Others

Wisata Seribu Gua di Buton Tengah

Selamat datang di Kabupaten Buton Tengah!

Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di negeri bahari Sulawesi Tenggara. Terbang dari Denpasar menuju Makassar kemudian berlanjut terbang ke Bau-Bau. Tak sampai di situ, untuk menuju Lakudo, ibukota kabupaten Buton Tengah, kami perlu menaiki kapal kecil dari pelabuhan Katingting ke Wamengkoli, pelabuhan jalur utama masuk Buteng. Penyeberangan ini memakan waktu 15 menit saja.

Buteng atau Buton Tengah menyimpan keindahan alam yang tak biasa. Hampir di setiap kecamatan ada gua. Bentuknya pun beragam. Ada gua yang basah (mengandung air tawar/air laut) kemudian gua kering. Ini dia beberapa gua di Buteng yang saya dan teman-teman Duta API 2021 kunjungi baru-baru ini.

  1. Gua Maobu

Gua yang memiliki kubangan air biru ini sangat mempesona. Walau tidak begitu besar namun bisalah buat 4-5 orang berendam di sini. Teksturnya batu karang padat memenuhi dinding gua. Ada tangga semen permanen yang menjadi akses turun ke air gua. Uniknya gua ini, airnya jernih sehingga kita bisa melihat batu-batu karang di dasarnya. Gua Maobu berlokasi di Lalibo, Mawasangka Tengah.

Akses ke gua ini cukup bagus dan mudah. Jika berkunjung ke gua ini, boleh dicoba cliff jumping sebagai cara lain menikmati keindahannya. Sempat sedih sih melihat ada beberapa sampah plastik ngambang di gua. Terus batu karangnya juga ada coretan kaum vandal. Tindakan tidak terpuji ini sebaiknya dihentikan, wahai para pengunjung!

2. Gua Koo

Bergerak ke arah Barat, ada Gua Koo yang terletak di desa Lantongau di kecamatan Mawasangka Tengah. Gua ini pun tak kalah unik. Bentuknya mirip paru-paru manusia. Gua ini masih masuk dalam kategori gua basah. Terdapat 2 belahan kubangan dengan air biru jernih.

Pengunjung tidak diijinkan untuk berenang. Air tawar dari gua ini menjadi sumber air bersih buat masyarakat sekitar. Walau ada akses menuju kolam alami gua di bawah, pengunjung hanya boleh turun sampai batas yang ditentukan.

3. Gua Kotaeono Rahia

Gua yang satu ini cukup menarik perhatian saya dan teman-teman yang datang. Bentuknya seperti laguna diapit oleh dua dinding batu kapur itu, mengingatkan saya dengan Blue Lagoon Navagio Beach di Yunani, airnya biru dan bersih. Yang membedakan adalah, Kotaeono ini memiliki pepohonan rimbun di sekitarnya. Sekilas dari pemandangan atas, gua ini seperti sungai biasa saja. “Don’t judge the book by it’s cover” berlaku pula dengan gua ini. Begitu masuk lewat jalan setapak lorong batu karang, keindahan Kotaeono pun baru terpampang nyata.

Sempatkan naik sampan yang sudah disediakan pengelola. Tarifnya mulai dari 20 ribu rupiah saja. Untuk sekarang pengunjung terbilang tidak banyak, namun di musim libur banyak turis lokal yang menyambangi.

Yang unik dari gua Kotaeono, airnya payau. Terusan air laguna ini menyatu dengan air laut di sebelah baratnya.

Foto di bawah ini adalah bagian laut di sebelah gua Kotaeono.

4. Goa Bidadari

Bibir gua sebagai pintu masuk sih tidak begitu besar. Namun ketika mulai turun ke bawah, gua ini seperti aula ukuran besar. Ada lobang besar yang seolah membelah tengah gua. Masuk pula cahaya matahari yang membuat suasana gua jadi terang. Gua bidadari termasuk gua basah karena ada laguna kecil di beberapa titik terendah gua.

Jika tujuan utama ke gua ini untuk sesi pemotretan, saya saranin membawa lensa yang super wide agar dapat membidik lobang atas dari permukaannya. Sementara itu, di bagian paling ujung gua ada mini kolam renang alami dengan airnya yang berwana biru bersih. Oh ya, suhu di dalam gua ini cukup dingin.

Ada banyak cerita dari perjalanan Buton Tengah yang rasanya wajib dibagikan lewat kanal ini. Nantikan ulasan berikutnya!

4 Comments

  1. Gua Maobu gileeee warnnaya cakep banget! Happy banget kemarin mantengin posting-an temen-temen yang explore Buteng. Cakep-cakep euyy daerah wisatanya!

  2. Guanya cakep-cakep, warnanya airnya yang bening gak nahan asyik bet buat mandi ciblon..

Leave a Reply to Cancel reply