Amerika, DESTINATION, United States

Washington, D.C. My Winter Break Trip

“Nyampe juga di ibukota ini”

Buat para pelajar terutama kalangan mahasiswa yang sedang belajar di luar negeri, winter break adalah momen yang paling ditunggu karena libur terlama sepanjang tahun. Walau harus siap diselimuti rasa dingin yang membeku hingga menusuk ke ulu hatimu, mampus gak tuh!

Tinggal di Midwest bukan hal yang asing lagi dengan yang namanya cuaca ekstrim. Bulan November lalu benar-benar kelabu buat saya haha. Musim dingin yang berlanjut sampai Desember. Dingin yang paling sakit yang pernah saya rasakan di kampung halaman 10-16 derajat saja, itu pun udah mengeluh dan gusar karena menggigil. Nah ini di Iowa sampai -24 derajat. Mau gimana lagi cobak? Show must go on!

Libur Natal dan tahun baru yang lalu saya punya waktu hampir 30 hari untuk traveling di US. Ini kesempatan yang harus saya gunakan sebaik mungkin sebelum Januari memulai SpringΒ Semester. Well, Washington, D.C. sebenarnya tidak masuk di list perjalanan saya, namun setelah merumuskan banyak hal akhirnya berencana berkunjung ke D.C. Oh yah, Washington, D.C (District of Columbia) bukanlah negara bagian (state) melainkan Capital City/ Ibu kota dari Amerika Serikat. Siapa diantara kalian yang mengira ibu kota US New York atau Chicago? Ayo ngaku. Karena saya juga sejak kecil tahunya New York haha.

Washington D.C. sengaja ditulis lengkap karena ada juga negara bagian lain di Amerika Serikat dinamai Washington State yang berada di bagian utara yang bertetangga dengan Oregon dan berbatasan dengan Kanada. Sedangkan Washington, D.C.Β  berada diantara dua negara bagian yaitu Virginia state dan Maryland state. Saya juga mengunjungi kedua negara bagian ini yang bakal saya tulis di postingan terpisah.

Kalau kalian melihat peta di atas, jarak dari negara bagian tempat saya tinggal yaitu Iowa ke D.C. itu tidaklah dekat. Saya harus transit Chicago dulu baru terbang ke Maryland sekitar 2 jam kemudian melanjutkan naik kereta ke kota D.C. Sebenarnya bisa langsung ke Ronald Reagan airport atau Dulles Airport di D.C. namun harganya jauh lebih mahal apalagi ketika high season.

Walau di awal saya tidak begitu excited ke D.C. rupanya ketika keluar dari Union Station, saya disuguhi pemandangan kubah besar berwarna putih menjulang tinggi diantara gedung lainnya. Segera saya cari di google gambar dari The Capitol HillΒ dan benaran persis dengan yang saya bayangkan sebelumnya. Saya sedang berada di kota pusat pemerintahan Amerika Serikat. Wow!

Hari pertama di D.C. saya tidak kemana-mana, hanya temu kangen dengan teman-teman Indonesia yang sudah menanti ((berasa femes yekan))Β dan kami pun bercanda gurau seraya menikmati santapan khas Indonesia. Malamnya kami tutup dengan cerita kenangan-kenangan yang pernah kami torehkan. Ini apa sih? Kayak novel dewasa ala ala nostalgia zaman SMA πŸ™

Hari ke-2 saya berkunjung ke beberapa destinati utama di D.C. Diantaranya adalah The Capitol Hill (tempat paling megah dan terpenting di Amerika Serikat selain gedung putih). Kalau di Indonesia, Capitol ini semacam Gedung DRP/MPR lah, dimana keputusan-keputusan penting negara dibuat di sini. Tidak heran kalau weekdays pekarangan gedung ini akan dipenuhi diplomat-diplomat keren Amerika Serikat lalu lalang.

Karena kami datang agak pagi ke The Capitol jadi pengunjung belum padat merayap kayak jalanan Puncak Bogor :). Oh yah, pengunjung bisa masuk ke gedung ini tapi wajib registrasi dulu. Bisa online juga dan gratis. Cek di sini.Β 

Karena saat itu daftar destinasti yang saya harus kunjungi banyak, saya tidak sempat masuk The Capitol, mungkin lain kali eakk. FYI, The Capitol juga dinamai U.S Capitol, walau sama aja kok.

Washington, D.C. itu adalah kota yang memang tidak saya duga seperti apa hiruk pikuknya. Setelah mutar-mutar seharian, saya menyadari bahwa D.C. ini adalah kota yang sangat tenang dan klasik. Deretan museum megah ada di mana-mana. Asli saya jatuh cinta banget kota ini. Para turis juga tampak tenang dan tidak berisik di jalanan yang membuat saya betah jalan kaki. Selain itu, sudut-sudut cantik kotanya gemas buat difoto. Nyaris tidak ada yang jelek dari D.C. menurut saya. Tidak salah, pusat pemerintahannya di buat di D.C. Semua sangat rapi dan tertib.

Sebenarnya saya bukan team pecinta museum. Saya lebih suka ke alam liar, karena anaknya memang liar tak terkontrol :D. Anyways, ketika diajakin sama teman-teman mampir ke museum yang masih berada di kawasan Capitol, saya pun suka. Museum yang ada di D.C. ini menyuguhkan nilai-nilai sejarah yang membuat pengunjung terpukau. Udah gitu, museumnya pun sangat artistik yang membuat saya betah berlama-lama buat motret.

Beberapa museum yang wajib dikunjungi kalau ke D.C. diantaranya: American Indian Museum, The American History Museum, National Musuem of African American History and Culture, National Museum of Natioanal History, National Air and Space Museum, United States Holocaust Memorial Museum, Smithsonian Institution Building dan masih ada beberapa deretan museum yang tidak cukup seharian untuk dikunjungi.

George Washington adalah presiden pertama Amerika Serikat. Legacy-nya begitu nyata terlihat di D.C. Salah satunya adalah The Washington Monument atau The National Mall yang berdiri tegak di tengah taman kota D.C. Kawasan ini juga menjadi saksi sejarah Amerika Serikat dari generasi ke generasi. Banyak acara kenegaran diadakan di sini. Tidak jauh dari monumen ini tampak juga gedung putih dan Lincoln Memorial.

Ingat film SpidermanΒ Homecoming gak? Salah satu scene ketika spiderman memanjat monumen ini untuk menyelamatkan pengunjung dari serangan. Walau sebenarnya itu hanya editing sih, namun paling tidak monumen ini menjadi icon penting untuk dijadikan latar film.Β  Satu lagi film favorit saya, Olympus Has Fallen, digambarkan monumen ini roboh dan hancur karena diserang teroris. Tonton deh!

Gedung putih tempat orang nomor satu di Amerika Serikat bermukim berada di kawasan The National Monument. Tampak seorang secret service sedang berjalan lalu lalang di halaman gedung putih. Walau ini destinasi yang sangat mainstream tapi tak apalah yah, mampir sebentar ke depan rumah om Trump πŸ˜€

Tak disangka tak dinyana, saya menemukan beberapa mobil box yang sudah dimodifikasi menjual pernak-pernik bertema USA. Mulai dari baju, topi sampai selendang bisa terpampang nyata. Berasa ada di Berastagi yekan!

Oh yah, deretan pedagang ini persis berada di kawasan gedung putih. Ada penjual makanan juga di beberapa bibir jalanan. Menurut saya sih mereka pasti sudah dapat ijin berdagang di kawasan ini.

Satu lagi destinasi yang bersejarah di D.C. yaitu Lincoln Memorial. Monumen nasional ini juga salah satu tanda sejarah Amerika Serikat yang masih berdiri kokoh. Monumen ini dibangun untuk memberikan penghormatan kepada mantan presiden Amerika Serikat ke 16 Abraham Lincoln. Di bagian dalam monumen juga terdapat patung besar Abraham Lincoln.

Senja saya nikmati di Lincoln Memorial. Walau kondisinya sangat dingin tapi bela-belain mengitari kawasan ini karena memang cantik dan bersejarah. Salah satu alasan saya ke Lincoln Memorial sampai dua kali adalah monumen ini menjadi saksi sejarah deklarasi dan inagurasi Presiden ke 44 Amerika Serikat Barack Obama (yang jadi idola saya) pada tahun 2008 atas kemenangannya menjadi presiden kulit hitam pertama dalam sejarah. Dia disumpah di pelataran monumen ini yang disaksikan ratusan ribu pendukungnya hingga memenuhi kawasan Lincoln Memorial.

Disclaimer: Video ini bukan milik saya, namun saya tautkan dari YouTube. Setiap kali saya tonton dan mengingat kembali trip saya ke monumen ini, masih merinding dan terharu πŸ™

Malam hari di D.C. tidaklah seperti New York dengan segala keriuhannya. Jalanan tidak begitu padat. Deretan gedung-gedung tua menjadi daya tarik sendiri buat para turis untuk jalan kaki di tengah kota D.C.

Saya menghabiskan malam natal di downtown D.C.Β  Sebenarnya setiap tahun ada konser perayaan malam natal di depan Gedung Putih. Padahal ingin menyaksikan penyanyi-penyanyi legend live di depan mata. Apa daya, semenjak Presiden Amerika Serikat yang baru, perayaan natal nasional tidak ada lagi.

Perjalanan saya di ibukota Amerika Serikat menjadi salah satu trip yang tidak akan pernah saya lupakan. Kota sejarah yang membuat saya kagum dan bangga pada diri sendiri. Entah kapan lagi bisa ke sini. Tapi setidaknya, saya sudah menyaksikan kemegahan dari sisi lain Amerika Serikat. Kota yang cantik bukan hanya soal siapa pemimpinnya, seberapa kaya negara itu, tapi terlebih juga orang-orangnya yang memang punya prinsip membangun keharmonisan dengan manusia disekitarnya.

Washington, D.C. menjadi tolak ukur kebesaran Amerika Serikat sebagai negara terkuat di dunia dan juga sebagai bukti bahwa negara yang besar adalah negara yang menghargai para pendahulunya. Terlihat dari deretan bukti sejarah yang berada di kota ini. Masih terjaga rapi dan dilestarikan dengan sangat baik.Β This is The United States of America!

 

12 Comments

  1. Sekilas di alenia pertama aku baca nama kota Lowa.
    Bang jika di sana coba sempatkan main ke perpustakaan umum di sana, aku lupa namanya; tapi yang ada patung kucingnya. Aku dulu baca buku Dewey, si kucing perpustakaan. Dan itu kisah nyata πŸ™‚

  2. Mantap banget foto-foto di postingan ini..saking indahnya “bercerita” semua.
    Favoritku yang lagi melintas di zebra cross dengan capitol di belakangnya πŸ™‚

  3. Wah aku juga tadinya tak tertarik sama DC, tapi setelah baca postingan ini jadi mulai mempertimbangkan untuk masukin ke bucket list.. moga terwujud! πŸ™‚

  4. Lihat foto-foto nya berasa lihat iklan di film. kebiasaan nonton ncis, background th Capitol Hills dan The Washinton Monument pasti selalu ada ditiap episode wkwkwk..

  5. Haha makasih kaka

    Bahkan Music Video Taylor Swift yang End Game pun dishoot di depan Capitol πŸ˜€

  6. Kalo aku kesana mungkin ta akan kembali lagi ke Indonesia
    Hihihi
    Sudah terpana sama foto2nya

  7. Jadi kangen kesini lagi. Nice share kak. πŸ™‚ πŸ™‚

Leave a Reply

Theme by Anders Norén