DESTINATION, NTT, Others

Untuk Pertama Kalinya ke Sumba

Sumba sudah lama menjadi destinasi impian saya. Bulan November tahun lalu kesampaian juga mampir ke pulau seribu bukit ini. Saya musti bilang, sumba jauh lebih menarik secara langsung dibanding foto-foto ciamik yang terpajang di internet.

Kesan pertama sejak tiba di Sumba adalah “wah, bukit-bukitnya beneran beda sama yang di Flores dan Labuan Bajo. Kontur padang rumput di sini cenderung berada di daratan tinggi yang tergolong jauh juga dari laut. Jadi gak heran panasnya jadi double, ditambah lagi karena musim kering sedang melanda Sumba sejak November sampai pertengahan Desember. Namun saya tetap excited melihat Sumba lebih dekat dan siap mengabadikannya dengan lensa saya.

Menginap di vila Morinda adalah satu pengalaman yang tak bisa saya lupakan. Selain nyaman dan natural, pemandangannya pun benar-benar buat speechless. 360 derajat vila ini dikelilingi bukit-bukit yang cantik. Ada pula danau yang cakap persis berada di depan resort.

Yang tak boleh terlewatkan dari destinasi iconic di Sumba adalah Tanah Rara dan Bukit Wairinding. Hamparan bukit gersang dengan lapisan gundukan bebukitan yang terbentuk secara alami mengingatkan saya dengan Grand Canyon di Arizona. Bedanya bukit di Sumba ini masih ditumbuhi semak dan rerumputan.

Jika kalian pernah menonton film besutan Mouly Surya “MARLINA” hampir semua lokasi pengambilan gambarnya dilakukan di Sumba termasuk juga di Tanah Rara. Selain memang menarik secara lokasi, pemandangan di sini sangat mengagumkan. Jalanan juga sudah bagus. Tidak ada pedagang asongan, jauh dari kota. Selain itu tidak saya temukan posko untuk pembeliin tiket. Jadi destinasi ini masih gratis untuk umum.

Selain alam yang menawan, Sumba juga tidak bisa dilepaskan dengan budayanya. Masih bisa ditemukan komunitas adat atau keluarga lokal yang masih melestarikan peninggalan budaya nenek moyang. Contohnya Desa Praijing. Kawasan wisata desa dengan rumah khas Sumba yang berdiri kokoh di Praijing. Semua warga adat lokal yang tinggal di sini adalah keluarga besar yang masih setia melestarikan kebudayaan lokal Sumba.

Semua destinasi yang saya kunjungi di Sumba sangatlah eksotis. Mulai dari alamanya, termasuk juga adat dan budayanya. Selama 4 hari di Sumba, saya benar-benar tidak mau melewatkan setiap momen. Saya mengabadikan foto dan video sebaik mungkin.

SOLUSI PENYIMPANAN DATA MAKSIMAL

Kalau mengandalkan memori bawaan laptop saya, rasanya tidaklah cukup ,secara tiap hari ini pasti melakukan editing foto dan video dengan ukuran file yang tidak sedikit. Copy paste data membutuhkan storage yang mumpuni. Terutama pas ke Sumba kemarin, tiap hari bisa puluhan GB data yang harus saya simpan ke laptop.

Untungnya sejak saya bawa Seagate Backup Plus Slim ke mana-mana jadinya tidak perlu kuatir lagi dengan data yang menumpuk. Dengan kapasitas 2TB, saya bisa dengan gampang backup semua data traveling yang saya rekam. Enaknya lagi Seagate ini sangat ringan dan tidak berat di tas. Lalu kecepatan read and copy yang sangat cepat. Gak perlu nunggu lama dan proses editing pun jadi jauh lebih cepat tanpa lemot.

Terus dapetin Seagate ini di mana aja kak?

Seagate Backup Plus Slim 2TB ini bisa kalian dapatkan di semua e-commerce online. Jika tertarik dengan produk lainnya Seagate, cek instagramnya @seagate.

2 Comments

  1. Welcome to Sumba bang Richo… Sumba tidak akan pernah mengecewakanmu kapan pun kau datang.

Leave a Reply

Theme by Anders Norén