Bali, DESTINATION, Hotel, Review

Richotraveling at Santika Hotel Seminyak Bali

Hi Bali, it’s me again!

Sejak balik dari Amerika, saya mudik ke Bandung dan kembali ke Jakarta. Terbang ke Jayapura menghadiri Festival Danau Sentani yang hits itu, lalu kembali ke Ibu kota, beradu dengan segala wajahnya. Tak terasa di Jakarta rupanya sudah beberapa bulan dan rasanya jiwa ini butuh penyegaran timeline haha, udah kayak Instagram aja.

Pertengahan September lalu, kuputuskan untuk ke Bali. Sekalian saya mau napak tilas tempat-tempat yang setahun lebih saya tinggal tanpa kabar, hihi. Bali lagi panas-panasnya dan daratan mengering.  Awal tiba di Bali, saya sengaja explore daerah Bali Timur yang memang panasnya minta ampun. Saya menjelajah alam Karangasem. Semua orang tahu, Karangasem itu indahnya luar biasa.

Nah, beberapa hari lalu, saya memutuskan untuk staycation alias liburan singkat di Hotel Santika Seminyak  di daerah Kuta. Kayak apa sih penampakan hotel bertema kolonial ini? Mari kita ulas!

How to get here?

Tidak sulit menemukan Hotel Santika Seminyak. Persis berada di Jl. Sunset Road No. 17, Seminyak, Kuta, Bali. Hanya perlu 5 menit dari pusat Seminyak menuju hotel ini. Taksi online yang membawa saya pun tidak ada kesulitan mencari alamatnya.

First Impression

Walau saya sudah pernah lewat saja dari depan Hotel Santika Seminyak, saya memang tidak menyangka kalau bangunan dari Santika ini benar-benar kolonial banget. Baru melihat detil ketika mulai check in. Ada 2 pintu masuk ke Santika. Satu di bagian depan dan satu lagi dari arah kiri bangunan. Katanya sih, satu-satunya hotel Santika dengan konsep seperti ini di Bali. Detil arstitekturnya dari luar bangunan aja sudah kelihatan. Benar saja, ketika memasuki lobby hotel, saya disuguhi dengan ornamen dan pernak-pernik yang klasik namun elegan. Warna bangunan didominasi putih bersih. Sementara furniture di lobby seperti kursi, meja dan grand piano dipadukan warna coklat dan putih. Ini otentik banget sih.

Deluxe Room with King

Tak jauh beda dengan kesan di luar kamar yang tampak glamor, saya memasuki kamar Deluxe Santika dan langsung jatuh cinta dengan konsepnya yang memanjakan mata. Jendela yang super klasik kolonial, membuat suasana berasa di gedung putihnya Amerika Serikat. Belum lagi tempat tidur, lampu, meja dan kursi yang sangat rustic. Cukup lama saya mutar-mutar di sudut kamar, memastikan dapat angel yang bagus buat motret.

Buat satu orang, ranjang ini terlalu besar buatku. Sini temenin abang 🙂 (anaknya sukanya to the point)

Oh yah, ada juga sofa cantik di sebelah jendela kamar yang setiap bangun pagi saya nungguin sunrise di sini. Pas golden hour gitu kamarnya berasa beda. What a good room composition!

What’s Good Outside?

Selama 4 hari 3 malam di hotel ini, sehari ada dua kali minimal saya naik ke kolam renang yang ada di roof top-nya. Percayalah, buat yang baru pertama kali ke pool ini, tidak akan menyangka poolnya ada di bagian depan atas 😀

Buat saya, rooftop pool ini cukup panjang. Enaknya lagi, walau sedang banyak tamu yang menginap, hanya beberapa orang saja yang renang. Alhasil saya bebas leluasa main sendiri. Eh ada satu kali deh sama teman sambil nunggu sunset. Oh iyah, hotel ini lebih ke business hotel sebenarnya, jadi, buat anak-anak muda dan pasangan yang mau santai berduaan sih gak akan keganggu dengan grasak-grusuk anak-anak.

Saya suka after Sunset kalau hunting foto. Warna langitnya lebih bagus saja. Ini adalah jam 6.30 sore ketika matahari sudah tak terlihat. Semburat langitnya malah makin cantik walau ini hanya berlangsung beberapa menit saja. Tips nih buat yang suka fotografi, pastikan pake tripod kalau mau hasil yang lebih tajam.

Oh yah, ini saya motonya dari tempat nongkrong di sebelah kolam renang ini. Keseluruhan kolam renang dan view Seminyak terlihat lebih jelas.

How’s the food?

Semua staff di hotel ini sangat ramah. Terutama yang ada di restoran hotel. Merah Saga Restaurant and Rooftop Bar. Letaknya di rooftop persis di sebelah pool.  Bagian restoran ini juga semi outdoor. Pemandangan sekitar hampir terlihat 360 derajat. Bahkan patung Garuda Wisnu Kencana pun masih terlihat jelas dari Merah Saga ini.

Masih mengusung tema kolonial, Merah Saga ini menarik buat difoto setiap sudutnya. Apalagi kursi-kursinya yang gemes. Oh yah, jenis makanan ditawarkan di restoran ini dominan masakan nusantara. Buat yang suka makan, musti cobain banget sih ya segala jenis kuliner yang ditawarkan Santika Seminyak.

Gado Gado Sambal Kacang

Makanan yang selalu saya cari kalau lagi traveling ke daerah di Indonesia pastinya gado-gado. Setiap daerah memiliki cita rasa gado-gado yang berbeda. Gado-gado ini adalah makanan pembuka saya. Kentang dan sayurnya empuk. Sambalnya juara banget. Tahu tempenya juga gurih.

Bebek Goreng Sambal Bongkot

Saya tidak begitu sering makan bebek goreng, namun ini merupakan daging bebek goreng yang paling empuk yang pernah saya cicipi. Dagingnya sangat mudah dipotong. Tulangnya pun sangat renyah. Dan yang membuat bebek goreng ini lebih terasa di lidah karena sambal bongkotnya. Sambal bongkot adalah sambal khas yang sering disajikan di berbagai menu di Bali. Bahannya utamanya dari bawang. Kalau ke sini lagi, pasti saya akan cobain bebek gorengnya.

Gurame Goreng Sambel Embe

Perpaduan cabai merah dan bawang goreng membuat ikan gurame goreng kering ini menjadi menu makan siang yang pas. Ada lalapan yang membuat segar di mulut. Nasi putih hangat juga menjadi kombinasi yang cocok. Oh yah, ikan gurame ini lebih besar dari yang di gambar. Hayuk ah lanjut makan 🙂

Chicken Cordon Bleu

Menu makan malam yang tidak begitu berat ini sangatlah enak. 3 potong daging ayam yang dibalut dengan tepung renyah, ditambah saos dan kentang goreng. Chicken Cordon Bleu dengan saosnya bikin nagih.

Banana Ice Cream

Sebagai penutup makan malam, saya icip-icip es krim dengan balutan buah pisang yang digoreng. Aromanya sangat enak di hidung. Es krimnya harus cepat-cepat disantap yah karena pisangnya panas habis digoreng 🙂

Beneran deh, ada banyak jenis menu lain di Merah Saga Resto ini.

Secara keseluruhan mulai dari kamar hotel, pelayanan staff dan makanan, aku rekomendasi banget buat kalian coba. Dengan harga yang masih terjangkau di kantong, staycation di Hotel Santika Seminyak ini banyak untungnya. Akses ke mana-mana dekat dan satu lagi, hotelnya banyak spot buat foto-foto lucu. Kalian udah pernah nginap di Hotel Santika belum? Share pengalaman dong!

NOTES:

  • Hotel Santika Seminyak berada di Jl. Sunset Road No. 17, Kuta, Badung.
  • Dari bandara Ngurah Rai sekitar 20 menit.
  • Hotel Santika Seminyak memiliki 109 kamar dengan fasilitas: Pool, Fitness Center dan Spa.
  • Untuk harga dengan penawaran terbaik cek di sini  santikaseminyakoffers
  • Instagram @hotelsantikaseminyak

 

2 Comments

  1. lenny

    wah kalau santika mah udah sering lah yah. Emang jaminan mutu mau tinggal di mana pun. Tapi iya nih beda banget loh desainnya. Kolonialnya dapet!!!

  2. Kujuga gak nyangka desainnya kolonial 🙂

    Ada juga rupanya yang prewed di alley hotel ini.

Leave a Reply

Theme by Anders Norén