Bangga banget deh lahir dan tinggal di INDONESIA  yang bergelimang keunikan budaya dari Sabang sampai Merauke. Salah satu keunikan yang ada di Bali adalah permainan tradisional yang sejak belasan tahun lalu pernah saya mainkan, ternyata masih aja hidup dan lestari sampai sekarang yaitu layang-layang. Permainan tradisional ini masih mudah ditemui di banyak tempat di Bali. Mungkin ini alasan Sanur Village Festival  memasukkan layang-layang ini menjadi permainan yang dilombakan dari tahun ke tahun. Nah, ada 4 alasan kenapa harus menyaksikan lomba layang-layang di Bali versi PackYourBag 
1. Menghargai Warisan Nenek Moyang Kita
Entah kapan dan siapa yang menemukan layang-layang ini dulu. Keren juga yah punya ide membuat layangan dari bahan yang sederhana kemudian diterbangkan di udara. Di Bali tradisi main layangan ini masih terjaga banget dan justru menjadi tren. Hampir setiap hari layang-layang dengan berbagai bentuk dan ukuran melayang di langit Bali.
 
Uniknya lagi, permainan ini bukan hanya digemari anak-anak, tapi semua kalangan termasuk juga orang dewasa. Karena sejak kecil layangan udah dikenalkan, jadi sampai dewasa permainan ini terbawa jadi hobi yang mengasyikan. Tidak heran kalau kompetisi lomba layangan pun rutin diadakan di Bali. Seperti lomba layangan dalam Sanur Vilage Festival ini yang berlangsung sejak tanggal 26 - 30 Agustus 2015.  Jadi warisan ini harus tetap dijaga dong yah karena sifatnya positif.
2. Ajang Unjuk Kekompakan Nah, layangan bukan hanya sekedar nerbangin kertas, plastik, kain atau apapun itu diudara. Kekompakan team sangat diperlukan banget. Lomba layangan kali ini diadakan di pantai Mertasari, Padang Galak, Sanur adalah kompetisi Internasional, jadi team harus kompak biar bisa menang. Satu team bisa terdiri dari 50 orang. Wah, banyak banget kak? iya dong layangannya aja sebesar mobil truck kak 🙂
Nih, kita kompak juga kok selfienya 🙂
Bahan  untuk membuat layangan yang bagus juga gak boleh asal. Pilihan bahan berkwalitas seperti bambu, kain, dan teman temannya harus disiapain dengan baik. Misalnya, layangan ikan buntal dan harimau. Untuk membuat design nya aja butuh waktu lama. Kekompakan team dalam merakit dan menerbangkan layangan saat kompetisi sangat dibutuhkan.
 
3. Seni Seni dalam bermain layangan juga tinggi. Secara tampilan juga harus unik. Peserta dituntut untuk menciptakan layangan yang unik. Baik itu warna, bahan layangan dan suara yang dihasilkan nanti ketika sedang diterbangkan di udara. FYI, suara layangan berasal dari rakitan bambu yang ada di bagian badan layangan yang akan tertiup angin sehingga menghasilkan suara yang indah, ahh kok bisa yah?
Yuk Di Goyang bli!
 
4. Menjalin Silaturahmi dan cari "jodoh" Ada istilah bilang "Di Balik Pria Hebat, Ada Pula Wanita Hebat" kalau pasangannya cowo gimana dong? yaudah sih tinggal di ganti aja istilah diatas, haha. Layangan makin asik kalau banyak teman, keluarga, pacar dan warga sekampung sekalian datang dan kasih support gitu. Jadi pas tarik layangan nya makin semangat. La la ye ye ye!
 
Bukan iklan kok 🙂
Festival Layangan tahunan ini diikuti oleh beberapa kabupaten di Bali. Mereka termasuk dari beberapa kecamatan dan desa. Makanya nih, sekitar 1200 layangan bertanding menunjukkan yang terbaik. Yang suka iseng dan niatnya mau cari jodoh, banyak kok cewe dan cowo lajang di festival ini. Biasanya mereka ngumpul tuh kasih dukungan ke team favoritnya. Kalau minat, silahkan cari sendiri yah!
 
NOTES:
  • Lomba layangan sudah ada di Bali sejak puluhan tahun.
  • Festival Layangan Terbesar diadakan setiap tahunnya bertepatan dengan Sanur Village Festival.
  • Lomba layangan selalu diadakan di Pantai Mertasari, Padang Galak, Sanur dengan alasan angin di pantai ini cocok untuk menerbangkan layangan.
For more update, feel free to follow my INSTAGRAM